Assalamuallaikum!!!
Pertama, saya ucapkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas berkah dan
rahmatnya karena diberikannya kesempatan berbagi wawasan dan pengetahuan
perihal kejadian fenomenal saat ini tentang Pelanggaran-Pelanggaran Lalu Lintas
Kendaraan Motor yang masih acapkali terjadi di Ibukota Republik Indonesia ini
khususnya, kota-kota besar di daerah, maupun daerah-daerah terpencil di Negara kita
tercinta ini.
Kedua, saya ucapkan terima kasih kepada para Pembaca blog
amatir saya ini yang sudi meluangkan matanya, sudut pandangnya, dan
persepsinya.
Ketiga, Penulis sendiri adalah Pengguna berbagai moda transportasi di Jabodetabek yang di hitung penggunaanya berdasarkan persentase :
- 10% (Sepuluh Persen) Angkot/Bis Kota/Kereta-Communeter Line
- 40% (Empat Puluh Persen) Sebagai Pengendara Motor, dan
- 50% (Lima Puluh Persen) Sebagai Pengendara Mobil.
Tujuan dan Topik Penulis membuat blog ini, semata adalah bentuk penunjukkan keprihatinan Penulis terhadap Para Pelanggar Lalu Lintas Motor ini yang semakin marak saja.
Review tahun 2010:
Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia
No | Jenis |
Tahun
| Pertumbuhan | |
2011
|
2012
| |||
| 1 | Mobil penumpang |
8.540.352
|
9.524.666
|
12%
|
| 2 | Bus |
1.920.038
|
1.945.288
|
1%
|
| 3 | Kendaraan |
4.257.381
|
4.723.315
|
11%
|
| 4 | Sepeda motor |
69.204.675
|
77.755.658
|
12%
|
| 5 | Ransus |
270.611
|
280.372
|
4%
|
Jumlah
|
84.193.057
|
94.229.299
|
12%
| |
Sumber: Kakorlantas Polri
Editor : Zulkifli BJ
Pemicu Fenomenal ini, salah satunya adalah adanya tuntutan & dorongan masyarakat itu sendiri yang membutuhkan alat transportasi yang paling memadai & terjangkau dengan kantong masyarakat itu sendiri.
Berikut keputusan masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor dua di Jabodetabek:
1. Mahalnya biaya transportasi umum, bahkan sekelas angkutan umum, batasan terbesar adalah efisiensi biaya, tidak bebas mengambil keputusan untuk melangkah ke tujuan berikutnya, dan waktu yang ingin dicapai ke tujuan yang cepat. Apalagi jika masyarakat yang lingkungan perumahaannya tidak "bersahabat" dengan fasilitas transportasi umum.
Contoh:
Domisili Penulis di Tangerang Selatan, Jika Penulis memutuskan untuk menggunakan jasa Angkutan Umum (Angkot) / Mikrolet / Bis Besar menuju daerah Cawang, Jakarta Timur saja, Penulis membutuhkan dana untuk pulang-pergi paling tidak angkot menuju terminal TransBintaro (P.P) Rp. 5000, TransBintaro-Ratu Plaza (p.p), -/+ Rp. 22.000, lanjut menggunakan Bis Umum lainnya paling tidak Rp. 10.000 P.P (kembali lagi dari Cawang ke Ratu Plaza), total biaya per sekali jalan Rp. 37.000.-*)
*)Bayangkan jika Penulis / pembaca yang harus menjalani rutinitas/bekerja di daerah tersebut..Rata-rata biaya pasti tembus Rp. 740.000-an -> Rp. 37rb x 20 hari kerja.
Sudah uang habis buat keuntungan pengusaha Angkutan, waktu terbatas, ngk ada kejelasan waktu kapan tepatnya bis/angkot tersebut datang, desak-desakan, bosan berdiri kena macet dimana-mana, eeeh...sampe rumah, anak-isteri sudah tidur!
2. Makin tingginya volume kendaran roda empat di jalan raya JABODETABEK yang berimbas kemacetan dimana-mana. Apalagi pasca pencanangan pembuatan monorail yang sudah mulai berjalan saat ini. Hampir di setiap sudut jalan Ibukota, jam dan hari yang tidak bisa ditentukan, Pasti ditemukan kemacetan dimana-mana.
3. Dengan segala kemudahan fasilitas untuk mendapatkan sebuah motor baik dari pihak ATPM bekerjasama dengan Pihak Leasing/kredit motor, maupun dari perusahaan-perusahaan kecil yang bergerak di jasa pinjaman kredit, masyarakat Indonesia sudah sangat mudah untuk mendapatkan motor idamannya.
Bahkan, untuk golongan masyarakat yang belum mapan, misalnya Tukang Ojek sekalipun, cukup menyetor uang dengan nilai beberapa belas persen saja dari nilai harga motor on the road dengan jaminan adalah foto kopi - foto kopi KTP, Kartu Keluarga, dan rekening listrik, sang Tukang Ojek pun sudah melengang mendapatkan motor baru untuk melanjutkan pencarian nafkah keluarganya.
Bagaimana untuk masyarakat yang perekonomiannya lebih mapan?
Motor sudah menjadi kebutuhan dasar juga bagi mereka!. Coba perhatikan kerabat/keluarga Pembaca jika mampir ke rumahnya masing-masing?
Paling tidak, 1 (satu) motor bercokol di garasi mereka.
Mereka dapat membelinya dengan cara mudah dan dapat memilih pilihan pembayarannya dengan berbagai cara.
Cara pembayaran kas keras / tunai, atau banyak pula yang senang mengambil jalan dengan cicilan samapai periode tertentu, alih-alih agar uang si pemilik dapat berputar efisien.
4. Mudahnya mendapatkan Surat Izin Mengemudi Motor (SIM C) baik melalui Jasa Pembuatan SIM swasta, maupun melalui jalur legal di Kepolisian, Samsat.
Menurut Penulis, saat ini, syarat utama untuk mendapatkan SIM C, adalah berumur minimal 17 (tujuh belas) tahun, sehat badan, dan pikiran.
Khusus melalui Jasa Pembuatan SIM, selain persyaratan diatas, calon pemilik SIM, cukup mempunyai uang & waktu yang luang untuk melanjutkan ke Sesi Foto tanpa melalui tes resmi ini - itu dari SamSat.
Empat Faktor Kebutuhan Dasar Kepemilikan Kendaraan Bermotor/Roda Dua diatas tersebut, jika di amati baik-baik, jika kita sedang berkendaraan, baik menggunakan angkutan umum, mengendarai motor, maupun mobil, karakter yang kita temui para pengendara motor sangat beragam.
Tapi, Karakter Pengendara Bermotor yang sama-sama kita ketahui jika kita temui di Jalan, kesimpulan utama karakter tersebut apa saja salah satunya :
a. Minim-nya Disiplin Berlalu Lintas bagi Pengendara Lalu Lintas Bermotor & Mengabaikan/tidak Mengerti arti
Safety Riding
b. Saling merasa mempunyai Kepentingan, berimbas hilangnya rasa tepo saliro dan
Sopan Santun berkendara di Jalan,
c. Akibat iklim tropis Ibukota, terbiasa menghirup udara polusi berat,
berhadapan dengan traffic jam dimana-mana, sudah letih, cenderung kita
menemukan emosi tingkat tinggi yang mengakibatkan pengambilan keputusan sehat,
HILANG SEKETIKA! Ujung-ujungnya, jika terjadi
kecelakaan kecil/bersenggolan
tidak sedikit kita temui, paling tidak salaing beradu urat suara, bahkan adu jotos.
Lalu, akhirnya, blaaaaar...
TUMPAH RUAH lah Pengemudi Motor di seluruh ruas jalan JaBoDeTaBek ini.
Langsung Aja Penulis iseng kasih kutipan ringan dari cuplikan-cuplikan gambar yang saya kutip positif dari http://bowo-mencari-cintasejati.blogspot.com/2012/06/foto-foto-unik-26-rambu-lalulintas-yang.html.
Semoga bermanfaat!
"Yang penting Sampe, brooo! Pecah Kepala? Urusan Nanti, bro!
"Ah..cuma sebentar doang, ah..masa ngk boleh!"
"Mungkin kelupaan hidupin saklar lampu kali aaah.. atau putus bohlamnye ye? "
"Gue ngk berani ah negor..lo aja dah!"
"Gue paling depan ah..biar cepet nyampe!"..
Moso ada mobil/motor yg mo nyamber roda depan gue? Orang gila aja yg mau gituh!.
Amaan kok!
"Ogah ah pake helm Ojek..dah helm cetok, bau lagi!". Ngk ada Polisi inih!
"Mudik-Mudiiiik Muraaah...yang penting nyampe..barang sudah 'secukupnyah aja', anak aman kok, pake jaket+kupluk ngk bakalan masuk angin, kan di alangin pake tangan biar ngk jatoh!!, Bokin? aman kok nyanderan ama barang juga dah ngk pegel diah!"
"Gimane mo di garis Setop? Dibelakang gue aje mobil pade bererot!"
"Tadinye sih kite mo'nya dibelakang palang..tapi pas mo terobos rel, eeeh..keretanye dah mo deket!", daripade kejedot, mending maju aje dikit ah!..Moso keretanye mo kegelincir! Aman brok!
"Mo muter di depan sono jau ah..disini aje deket..ngk ada pulisi inih!"
"Lah...masalah buat loh? Gue kan punya hak guna di jembatan ni..daripade muter jauh ah..ngapa sih loh?"
"Wat de ziiig!"













Tidak ada komentar:
Posting Komentar